| Gesture dan Pergaulan antar Bangsa 1) Jangan Mengangkat Tangan dengan Telapak Tangan Menghadap ke Depan. Di Yunani Gesture mengangkat tangan dengan telapak tangan menghadap ke depan disebut juga sebagai moutza. Di jaman dulu, para penjahat di Yunani di arak keliling jalan dengan wajah yang dihitamkan untuk mengindikasikan bahwa mereka malu atas perbuatannya. Jika mereka beruntung, wajah mereka dikotori dengan arang, jika tidak, apakah yang akan mengotori muka mereka ?? Ya, kotoran pembuangan dari anus, wajah mereka akan dilumuri dengan benda tersebut, dan karena untuk membersihkan muka orang tersebut dilakukan oleh orang lain dengan mengusap wajahnya, maka gesture tersebut menjadi suatu tanda penghinaan. 2) Jangan Mengacungkan Jempol ke Atas Di Timur Tengah. Tidak hanya di Timur Tengah, gesture ini juga merupakan gesture yang ofensif di beberapa Negara di Afrika Barat dan Amerika Selatan. Trus apa arti gesture tersebut ?? Lagi-lagi berhubungan dengan Anus. Bila anda mengacungkan jempol anda ke atas pada seseorang, berarti anda ingin memasukkan jempol anda tersebut ke anus orang tersebut. 3) Jangan Menghabiskan Makanan Jamuan Untuk Anda Di China, Thailand dan Filipina. Pada saat menjamu seseorang, hal yang paling penting adalah menyajikan makanan yang lezat untuk tamu undangan. Namun di beberapa Negara, yang paling penting adalah makanan yang disediakan tersebut cukup untuk porsi sang tamu. Dengan menghabiskan semua makanan jamuan untuk anda, maka anda ibarat mengungkapkan kekecewaan anda kepada si tuan rumah bahwa makanan yang disajikan kepada anda sangatlah sedikit dan tidak cukup untuk mengenyangkan anda. 4) Jangan Memberi Bunga dengan Jumlah Genap Di Russia. Di Russia, bunga dalam jumlah genap hanya diberikan pada saat pemakaman. Memberikan bunga dalam jumlah genap berarti anda mengharapkan orang yang menerima bunga tersebut segera meninggal, So, jangan pernah memberikan bunga sebelum kita menghitung betul jumlah bunganya. 5) Jangan Memberi Hadiah dengan Tangan Kiri. Di Hampir Semua Negara, terutama negara ASIA melakukan suatu perbuatan dengan tangan kiri merupakan perbuatan yang dianggap kotor/tidak sopan. Hal ini dikarenakan anggapan umum bahwa tangan kiri adalah tangan yang digunakan untuk membersihkan sisa-sisa kotoran yang dikeluarkan ketika sedang buang air besar. 6) Jangan Memberi Tanda "OK" dengan Jari Anda Di Brazil. Di Brazil, tanda "OK" secara kasar mempunyai kesamaan arti dengan gesture di Amerika dan Eropa ketika mengacungkan jari tengah anda. Salah satu insiden yang paling terkenal adalah ketika Presiden Amerika Serikat, Richard Nixon mengunjungi Brazil. Ketika ia baru saja turun dari pesawat, ia mengangkat kedua tangannya dan memberi gesture "OK". |
Blog ini berisi artikel agama, kesehatan, MDGs, Post MDGs dan informasi lainnya yang ditulis langsung atau dirangkum dari sumber lain. Penulis berkecimpung di bidang Kesehatan Masyarakat,Kesehatan Lingkungan, Diplomasi & Politik Kesehatan, Perencanaan & Anggaran, MDGs dan Agenda Paska 2015. Pengalaman Institusi: Kemkes, Bappenas, UNAIDS, WHO, UNODC, UNDP, ASEAN Secretariat,Beragam proyek hibah
Thursday, 23 September 2010
Gesture
Sunday, 19 September 2010
Lebaran
di wahangan loba hurang
hurang gede matak bungah
na sawangan bet hariwang
hariwang ku loba salah
jero leuweung loba oa
oa hideung tinggulantung
jero hate keueung rosa
keueung sieun goreng tungtung
lega laut loba lauk
lauk gede lauk leutik
tega kula tunjak tunjuk
nunjuk goreng nuduh licik
jangkung gunung luhur jujul
mayakpak babakan handapna
langkung saur osok rahul
ngagonjak sok sahayangna
tah didinya nya sarakan
nya kadinya nu di seja
tah ayeuna kasempetan
nya kudu menta hampura
Wilujeng Idul Fitri, hampura sagala dosa kuring nya.
Nuhun ....
hurang gede matak bungah
na sawangan bet hariwang
hariwang ku loba salah
jero leuweung loba oa
oa hideung tinggulantung
jero hate keueung rosa
keueung sieun goreng tungtung
lega laut loba lauk
lauk gede lauk leutik
tega kula tunjak tunjuk
nunjuk goreng nuduh licik
jangkung gunung luhur jujul
mayakpak babakan handapna
langkung saur osok rahul
ngagonjak sok sahayangna
tah didinya nya sarakan
nya kadinya nu di seja
tah ayeuna kasempetan
nya kudu menta hampura
Wilujeng Idul Fitri, hampura sagala dosa kuring nya.
Nuhun ....
Urang Sunda Jadi Presiden
Oleh Jamaludin Wiartakusumah Belakangan ini muncul berbagai upaya meningkatkan peran urang Sunda di pentas politik nasional. Lingkung Seni Sunda Institut Teknologi Bandung, misalnya, Juni lalu di Aula Timur ITB, menggelar acara bincang-bincang dengan tema "Getih Sunda Solusi Konspirasi Zaman". Gagasan besarnya, bagaimana urang Sunda mampu memberikan kontribusi positif lebih banyak bagi kehidupan berbangsa dan bernegara yang sedang rudet ini. Muara semua itu adalah kerinduan melihat urang Sunda menjadi presiden. Level tertinggi yang pernah dicapai adalah perdana menteri (Ir H Djuanda) dan wakil presiden (Umar Wirahadikusumah). Apakah urang Sunda bisa menjadi Presiden RI? Tentu bisa dan sangat mungkin. Sekarang saja yang menjadi presiden itu orang Cikeas. Yang sulit, urang Sunda menjadi Presiden Tanzania, Sudan, Finlandia, atau Amerika. Meskipun ada nama Nia di belakangnya, Tanzania tidak ada hubungan dengan Nia Daniaty, penyanyi cantik yang urang Sunda. Meski namanya hanya bertukar huruf dengan Sunda, Sudan bukan negara urang Sunda. Sementara syarat menjadi Presiden Amerika, antara lain, harus lahir di Amerika. Menjadi Presiden Finlandia juga repot karena orang Sunda mah melafalkan huruf f, p, dan v cukup dengan pe. Huruf yang disukai orang Sunda adalah e karena mirip senyuman. Itulah sebabnya, alfabet Sunda punya , e, dan eu. Etnik lain belum tentu mudah mengucapkan Cicaheum atau Cibeureum dengan baik dan benar. Kearifan lokal Ketika debat menentukan kapan sebaiknya Indonesia merdeka, Hussein Djayadiningrat, intelektual Indonesia pertama yang meraih gelar doktor, mengusulkan mendidik bangsa dahulu, baru merdeka. Hussein yang kuliah di Universiteit Leiden tentu melihat Belanda sebagai acuan. Sementara Bung Karno yang lama tinggal di Bandung, kuliah di THS (ITB), menikah dengan Ibu Inggit dan mendirikan Partai Nasional Indonesia, mengusulkan merdeka dahulu, baru membangun. Untuk meyakinkan hadirin anggota Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia, Bung Karno mengajukan argumen berupa adat urang Sunda masa itu. Katanya (kira-kira), "Lihat orang Sunda, mereka menikah dulu sebelum punya pekerjaan." Ujang, Asep, dan Entis yang sudah masuk usia nikah, tetapi hidupnya masih teu pararuguh, oleh orangtua dijodokeun dan dikawinkeun. Mereka dikondisikan menjadi suami. Maka, muncullah tanggung jawab untuk mencari nafkah. Model ini sebangun dengan teori mestakung (semesta mendukung) ciptaan Prof Yohanes Surya, pelatih siswa fisika kelas dunia. Dalam setiap kondisi, dunia, alam sadar, alam bawah sadar, dan tubuh manusia mempunyai mekanisme untuk menciptakan atau membangun kondisi yang mendukung. Barangkali, karena itulah, orang Sunda gampang tersenyum dan tertawa, tetapi mudah pundung. Urang Sunda jelas punya potensi untuk menjadi presiden. Yang penting adalah kemampuan memenuhi persyaratan. Persyaratan formal selain minimal berumur sekian, di antaranya harus sehat rohani dan jasmani serta orang Indonesia asli. Keaslian bisa dibuktikan secara genetik lewat tes DNA. Pastilah di DNA orang Indonesia asli tertera kode Indonesia, seperti kode IDR untuk rupiah, PK untuk pesawat terbang, KRI untuk kapal perang, 062 untuk telepon internasional, dan .id untuk situs internet. Bahwa presiden harus ganteng atau cantik memang tidak ada dalam Undang-Undang Dasar, tetapi melihat tampang presiden yang sudah-sudah, ya syarat itu sepertinya fardu ain. Maklumlah, presiden kan juga pesohor. Tampangnya ada di televisi, koran, dinding kantor, sekolah, dan prangko. Namun, yang di prangko bernasib kurang mujur karena selalu dipukul palu cap pos. Untuk urusan kasep atau geulis ini, Sunda tidak kekurangan orang. Mengenal watak, kondisi, dan budaya bangsa adalah keharusan mutlak calon presiden. Bila dulu bangsa kita terkenal sebagai pejuang, tabah, berani, pantang menyerah, dan berani hidup susah, sekarang bangsa kita cenderung mudah sedih alias melankolis melihat tayangan sinetron seraya mulai tidak peduli pada tetangga sengsara. Kondisi lain, mau gampangnya saja, sebagian menjadi penggemar bantuan langsung tunai dan beras untuk rakyat miskin, lalu setiap saat siap menjadi korban tabung elpiji 3 kilogram. Simpati kita biasanya tumpah pada tokoh protagonis yang lemah. Jadikan diri sebagai figur yang teraniaya lawan politik, simpati semua orang akan tertarik. "Uga" baru Bung Karno adalah presiden pertama dan proklamator kemerdekaan. Dia pandai berpidato berapi-api dan menginspirasi banyak orang. Nyalinya luar biasa besar. Dia berani teriak, "Amerika kita setrika, Inggris kita linggis!" Malaysia dijadikan bulan-bulanan karena dianggap boneka imperialis Inggris. Bung Karno terkenal punya selera seni tinggi dan pernah punya lebih dari satu istri. Perkara nyandung ini mah orang Sunda tentu sudah khatam. Barack Obama waktu tinggal di Jakarta katanya suka meniru gaya Pak Harto berpidato di televisi. Urang Sunda yang hobi memancing punya peluang besar menjadi presiden karena Pak Harto juga gemar memancing. Media luar menjuluki Pak Harto "The Smiling General". Soal yang ini mah, orang Sunda jagonya. Jangankan hanya tersenyum, tertawa ngakak ngabarakatak juga sangat mahir. Pada zamannya, tidak ada kabar kapal perang atau polisi laut Malaysia berani cari penyakit dengan ngulampreng ke perairan Indonesia. Semua orang tahu, Pak Habibie cerdas luar biasa. Kalau saja ada 1.000 orang seperti BJ Habibie, Indonesia akan segera menguasai teknologi tinggi dan disegani. Namun, anggota Dewan waktu itu anak TK, jadi gagap teknologi. Gus Dur adalah kiai, tokoh besar Nahdlatul Ulama, figur bapak bangsa yang disegani. Dengan jurus "gitu aja kok repot", ia punya peluang membereskan kondisi negeri. Akan tetapi, pemikiran serius tapi santainya relatif sulit diikuti bangsanya yang terbiasa dengan cara rezim Orde Baru. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono atau Pak Beye berkarier di militer. Oleh Gus Dur dan lalu Bu Mega, dia diangkat menjadi menteri. Pengalaman di kabinet dan dicuekin menjadi modal untuk mendirikan Partai Demokrat dan melejit hingga terpilih menjadi presiden pertama lewat pemilu langsung. Pak Beye ini merupakan doktor dari Institut Pertanian Bogor, santun dan pintar mencipta lagu serta menyanyikannya. Selama menjadi presiden, sudah beberapa album dihasilkan. Orang Sunda yang penyanyi bisa usaha sambilan meniru Pak Beye ini. Pertanyaan kritis mengapa urang Sunda belum ada yang menjadi presiden, kita tunggu sampai ada calon yang mau, dipinang partai peserta pemilu, dan terpilih. Sementara itu, pertanyaan kenapa urang Sunda harus menjadi presiden perlu diajukan. Kalau masih heurin ku letah, tentu sulit membuat kebijakan dan terobosan besar. Mekanisme kontrol kualitas khas Sunda, yaitu bisi ngerakeun, tentu akan menghambat munculnya urang Sunda maju menjadi calon presiden. Yang penting sekarang, untuk menyemangati peningkatan kualitas manusia Sunda agar lebih mampu berperan di segala bidang, formula Jayabaya mengenai nama pemimpin nasional, yaitu Notonegoro, perlu didampingi uga baru, seperti Indonesia jaya mun presidena urang Sunda! JAMALUDIN WIARTAKUSUMAH Dosen Desain Itenas dimuat KOMPAS jawa barat 18 september 2010 |
Cinta
Sejak aku menemukanmu
Beban hatiku terasa mencair
Walau aku tau mimpi belum berakhir
Cinta
Tak terbebani jejak masa lalu
Karena sejarah adalah jalan pintas ke masa depan yang disusuri dari masa lalu
Kita berasal dari rawa berlumpur.
Karena sejarah adalah jalan pintas ke masa depan yang disusuri dari masa lalu
Kita berasal dari rawa berlumpur.
Dari puing-puing kenangan.
Penuh cobaan
Penuh cobaan
Penuh halangan
Cinta
Kita percaya bahwa hidup dimulai malam hari.
Dari gelap ke terang.
Dari kenangan ke harapan.
Dari mimpi ke kenyataan
Cinta
Sebentar lagi kita sampai ke titik itu.
Thursday, 19 November 2009
Kodewel (Carita Sunda: ti milis sapalih)
Kampung Bojong Kenyot, Desa Legok hangseur, di wewengkon Jatihandap nukarek 2 bulan asup listrik, beurang eta meuni gujrud pisan.
Kacarioskeun, Kang Kodewel sura-seuri tuluy luluncatan. Jigana bagja luar biasa! Kang Kodewel kikituan teh, kulantaran, atoh sanggeus 5 taun nungguan teu namper-namper,
Eti "si gadis jujur" (mangga diemut carita D'Bodor perkawis Eti, pami teu emut mah, nya mangga taros ka nu emut :))
Eti nu ayeuna geus jadi pamajikanna Kang Kodewel kakandungan alias hamil alias reuneuh tea!
Eti: "Akang, Eti pan terang hamil teh ngetesna nganggo alat nu digaleuh ti apotik cap oray ngabeulit geulas tea. Tapi, supados pasti, Eti bade marios ka puskesmas, sonten ayeuna. Omat tong wawartos ka sasaha heula nya kang! saacan puguh katerangan ti dokter. Bisi teu jadi deui pan era geus diomong-omong ka batur!
Eta si manuk piaraan akang tong dibejaan oge nya kang..."
Kang Kodewel: "Puguh we darling, papah moal beja-beja ka sasaha heula ari can meunang katerangan ti doktor mah."
Teu lila, aya nu keketrok di panto hareup. Eti ngincig muka lawang panto.
Nu datang petugas PLN nu rek mere tagihan jeung denda tunggakan rekening listrik bulan kamari nu can dibayar ku Kang Kodewel. Tapi kusabab, daerah Kang Kodewel karak 2 bulan dipasang listrik, jadi boh Eti jeung Kodewel can apal yen eta teh petugas PLN.
Tukang Rekening PLN: "Ibu tos telat satu bulan ya?"
Eti: "aeh, (bari reuwas) Bapa terang ti saha? ...Akaaaaang. ..kadieu geura! yeuh aya nu apaleun rahasia tea!"
Kodewel: "Hag siah?...kumaha bapa tiasa uninga tos telat sasasih sagala?
Tukang Rekening PLN: "Sadayana tercatat di kantor kuring, Pak."
Kodewel beuki rieut: "Tercatat? Mangga ari kitu mah, enjing abdi ka kantor bapa. Urang bereskeun perkawis ieu. Omat tong wawartos ka sasaha nya pa?!"
Tukang Rekening PLN: "mangga Pak, diantos ening di kantor PLN, caket kantor kacamatan.
Isukna... di kantor PLN
Pok Kodewel: "Kumaha kantor PLN bisa nyaho rahasia kuring?"
Karyawan PLN: "Ya tahu atuh pak, eta mah sanes rahasia, margi aya catatanna di dieu!"
Kodewel: "Jadi kuring kudu kumaha atuh, amih berita ieu tong nyebar ?"
Karyawan PLN: "Ya... Bapak kedah mayar!"
Kodewel (anjritt urang diperes yeuh?!): "Mun teu daek mayar, kumaha?"
Karyawan PLN: "Ya mangga wae, ngan akibatna nu Bapak terpaksa diputus..."
Kodewel: "Gusti! Diputus? Dugi ka kituna? na tega kitu PLN mutuskeun nu abdi?
Karyawan PLN: "Eta tos peraturan Pak! kedah diputus"
Kodewel (ngorejat): "Atuh kumaha engke pamajikan sayah, mun diputus, karunya Pa?
Karyawan PLN: "Kan masih tiasa nganggo lilin Pak"
Kodewel (ngahuleung) : "@?#!!*&%$????"
Kacarioskeun, Kang Kodewel sura-seuri tuluy luluncatan. Jigana bagja luar biasa! Kang Kodewel kikituan teh, kulantaran, atoh sanggeus 5 taun nungguan teu namper-namper,
Eti "si gadis jujur" (mangga diemut carita D'Bodor perkawis Eti, pami teu emut mah, nya mangga taros ka nu emut :))
Eti nu ayeuna geus jadi pamajikanna Kang Kodewel kakandungan alias hamil alias reuneuh tea!
Eti: "Akang, Eti pan terang hamil teh ngetesna nganggo alat nu digaleuh ti apotik cap oray ngabeulit geulas tea. Tapi, supados pasti, Eti bade marios ka puskesmas, sonten ayeuna. Omat tong wawartos ka sasaha heula nya kang! saacan puguh katerangan ti dokter. Bisi teu jadi deui pan era geus diomong-omong ka batur!
Eta si manuk piaraan akang tong dibejaan oge nya kang..."
Kang Kodewel: "Puguh we darling, papah moal beja-beja ka sasaha heula ari can meunang katerangan ti doktor mah."
Teu lila, aya nu keketrok di panto hareup. Eti ngincig muka lawang panto.
Nu datang petugas PLN nu rek mere tagihan jeung denda tunggakan rekening listrik bulan kamari nu can dibayar ku Kang Kodewel. Tapi kusabab, daerah Kang Kodewel karak 2 bulan dipasang listrik, jadi boh Eti jeung Kodewel can apal yen eta teh petugas PLN.
Tukang Rekening PLN: "Ibu tos telat satu bulan ya?"
Eti: "aeh, (bari reuwas) Bapa terang ti saha? ...Akaaaaang. ..kadieu geura! yeuh aya nu apaleun rahasia tea!"
Kodewel: "Hag siah?...kumaha bapa tiasa uninga tos telat sasasih sagala?
Tukang Rekening PLN: "Sadayana tercatat di kantor kuring, Pak."
Kodewel beuki rieut: "Tercatat? Mangga ari kitu mah, enjing abdi ka kantor bapa. Urang bereskeun perkawis ieu. Omat tong wawartos ka sasaha nya pa?!"
Tukang Rekening PLN: "mangga Pak, diantos ening di kantor PLN, caket kantor kacamatan.
Isukna... di kantor PLN
Pok Kodewel: "Kumaha kantor PLN bisa nyaho rahasia kuring?"
Karyawan PLN: "Ya tahu atuh pak, eta mah sanes rahasia, margi aya catatanna di dieu!"
Kodewel: "Jadi kuring kudu kumaha atuh, amih berita ieu tong nyebar ?"
Karyawan PLN: "Ya... Bapak kedah mayar!"
Kodewel (anjritt urang diperes yeuh?!): "Mun teu daek mayar, kumaha?"
Karyawan PLN: "Ya mangga wae, ngan akibatna nu Bapak terpaksa diputus..."
Kodewel: "Gusti! Diputus? Dugi ka kituna? na tega kitu PLN mutuskeun nu abdi?
Karyawan PLN: "Eta tos peraturan Pak! kedah diputus"
Kodewel (ngorejat): "Atuh kumaha engke pamajikan sayah, mun diputus, karunya Pa?
Karyawan PLN: "Kan masih tiasa nganggo lilin Pak"
Kodewel (ngahuleung) : "@?#!!*&%$????"
Tuesday, 14 July 2009
Penelitian ilmiah Dr. Justin Barrett menunjukkan bahwa mengimani Allah merupakan fitrah anak sejak lahir
Pernyataan bahwa keyakinan kepada Tuhan dalam kepribadian anak adalah hasil indoktrinasi semata dibantah oleh Dr. Justin Barrett, peneliti ahli di Centre for Anthropology and Mind, University of Oxford, Inggris. Hasil penelitian ilmiahnya bertahun-tahun menunjukkan bahwa mengimani Tuhan merupakan tabiat bawaan anak sejak lahir (fitrah manusia sejak lahir). Temuan ini sekaligus membantah pandangan kaum Ateis.
Laporan ini diliput Martin Beckford di media kondang Inggris, Telegraph, 24 November 2008 dengan judul “Children are born believers in God, academic claims” (Anak terlahir mengimani Tuhan, kata akademisi). Menurut Dr. Barrett, manusia berusia muda menganggap bahwa setiap sesuatu di dunia diciptakan dengan sebuah tujuan. Ini menjadikan mereka memiliki kecenderungan meyakini keberadaan Dzat Mahatinggi.
Anak-anak yang masih belia telah memiliki keimanan kepada Tuhan bahkan meskipun mereka belum diajarkan tentang hal itu oleh keluarga mereka atau oleh guru mereka di sekolah. Mereka yang dibesarkan sendirian di pulau tak berpenghuni sekalipun akan menjadi beriman kepada Tuhan, kata Dr. Barrett yang juga tercatat namanya di Institute for Cognitive and Evolutionary Anthropology, Oxford University, Inggris.
Sebagaimana disiarkan BBC Radio 4 tanggal 24 November lalu, pendapat Dr. Barrett ini menyanggah pandangan sebagian kalangan ateis. Kalangan yang mengingkari Pencipta itu berpendapat bahwa keyakinan agama didapatkan anak melalui indoktrinasi dalam keluarga.
Hal ini telah dibantah ilmu pengetahuan modern. Menurut Dr. Barrett, bukti-bukti ilmiah selama kurang lebih 10 tahun terakhir lebih kuat menunjukkan bahwa lebih banyak faktor tampak mempengaruhi perkembangan alamiah pola pikir anak.
Ini di luar dugaan semula.
Di antara faktor ini adalah kecenderungan melihat dunia alamiah sebagai sesuatu yang memang telah dirancang dan punya tujuan, dan bahwa suatu wujud cerdas ada di balik tujuan itu, kata Dr. Barrett.
Dr. Barrett memiliki bukti-bukti hasil temuan ilmiah di bidang psikologi yang melibatkan anak-anak. Menurutnya, kumpulan bukti ini menunjukkan anak-anak memperlihatkan keyakinan naluriah bahwa hampir segala sesuatu telah sengaja dirancang untuk suatu tujuan tertentu.
Di antara bukti ilmiah yang mendukung adalah percobaan pada bayi-bayi berusia 12 bulan. Perilaku keterkejutan teramati pada bayi-bayi itu saat diperlihatkan film di mana sebuah bola gelinding tampak tiba-tiba saja mencipta sebuah tatanan teratur rapi dari tumpukan acak.
Dalam kajian ilmiah lain, anak-anak usia 6 dan 7 tahun ditanya mengapa burung pertama ada di dunia ini. Mereka menjawab "untuk membuat musik yang indah" dan "karena hal itu menjadikan dunia tampak indah ".
Dr. Barrett memaparkan fakta tambahan mengenai penelitian tersebut. Ada bukti bahwa anak-anak yang usianya belum melebihi 4 tahun sekalipun telah paham bahwa meskipun sejumlah benda dibuat oleh manusia, namun dunia alamiah sungguhlah berbeda.
Ateis merasa terganggu
Bisa ditebak, kalangan intelektual ateis sangatlah terganggu dengan temuan ini. Di antaranya adalah Anthony Grayling, Profesor Filsafat di Birkbeck College, University of London, Inggris. Di koran Guardian, 28 November 2008, ia menuliskan sanggahannya terhadap pernyataan-pernyataan Dr. Barrett tersebut.
Namun sanggahan tersebut lebih banyak berisi kecaman terhadap organisasi pemberi dana penelitian Dr. Barrett, yakni Templeton Foundation. Sanggahan semacam ini tentu saja tidak ilmiah dan tidak bisa sama sekali digunakan untuk menyanggah hasil penelitian ilmiah.
Misalnya, adalah hal wajar dan biasa di dunia ilmiah bahwa perusahaan farmasi mendanai kajian ilmiah mengenai obat-obatan, lembaga pertahanan mengucurkan dana penelitian tentang teknologi persenjataan, dsb. Namun untuk mengatakan bahwa hasil penelitian ilmiah itu keliru karena didanai oleh lembaga-lembaga tertentu sangatlah tidak ilmiah. Menyanggah suatu hasil kajian ilmiah haruslah dengan kajian ilmiah pula.
Evolusi tidaklah alamiah
Dalam bukunya “Why Would Anyone Believe in God?” (Mengapa Orang Percaya Tuhan?) Dr. Justin Barrett memberikan jawaban sederhana atas pertanyaan yang menjadi judul bukunya tersebut: itu karena pola pikir kita sudah dirancang demikian. Penulis memaparkan hal ini disertai bukti berlimpah dari bidang ilmu kognitif (cognitive science), yakni ilmu yang mempelajari perihal pola pikir dan kecerdasan.
Di samping itu, pakar antropologi telah menemukan bahwa di sejumlah masyarakat tertentu anak-anak mengimani Tuhan bahkan ketika ajaran-ajaran mengenai agama tidak diberikan kepada mereka, kata Dr. Barrett.
Hasil kajian ini berarti bahwa anak-anak lebih cenderung percaya mengenai penciptaan daripada evolusi, terlepas apa yang dikatakan para guru atau orang tua mereka. "Pola pikir yang mengalami perkembangan secara wajar dan alamiah pada diri anak-anak menjadikan mereka lebih mudah meyakini penciptaan ilahiah dan perancangan cerdas. Sebaliknya, evolusi tidaklah alamiah bagi nalar manusia; relatif sulit untuk dipercaya", imbuh Dr. Barrett.
Teori evolusi menolak keberadaan Pencipta, penciptaan dan adanya perancangan sengaja di balik keberadaan alam semesta dan kehidupan ini. Dalam kacamata teori evolusi, dunia seisinya adalah mutlak bersifat materi semata. Keberadaannya bukan karena ada Tuhan yang menciptakan, namun muncul menjadi ada dengan sendirinya, tanpa tujuan dan tanpa makna keberadaan.
Laporan ini diliput Martin Beckford di media kondang Inggris, Telegraph, 24 November 2008 dengan judul “Children are born believers in God, academic claims” (Anak terlahir mengimani Tuhan, kata akademisi). Menurut Dr. Barrett, manusia berusia muda menganggap bahwa setiap sesuatu di dunia diciptakan dengan sebuah tujuan. Ini menjadikan mereka memiliki kecenderungan meyakini keberadaan Dzat Mahatinggi.
Anak-anak yang masih belia telah memiliki keimanan kepada Tuhan bahkan meskipun mereka belum diajarkan tentang hal itu oleh keluarga mereka atau oleh guru mereka di sekolah. Mereka yang dibesarkan sendirian di pulau tak berpenghuni sekalipun akan menjadi beriman kepada Tuhan, kata Dr. Barrett yang juga tercatat namanya di Institute for Cognitive and Evolutionary Anthropology, Oxford University, Inggris.
Sebagaimana disiarkan BBC Radio 4 tanggal 24 November lalu, pendapat Dr. Barrett ini menyanggah pandangan sebagian kalangan ateis. Kalangan yang mengingkari Pencipta itu berpendapat bahwa keyakinan agama didapatkan anak melalui indoktrinasi dalam keluarga.
Hal ini telah dibantah ilmu pengetahuan modern. Menurut Dr. Barrett, bukti-bukti ilmiah selama kurang lebih 10 tahun terakhir lebih kuat menunjukkan bahwa lebih banyak faktor tampak mempengaruhi perkembangan alamiah pola pikir anak.
Ini di luar dugaan semula.
Di antara faktor ini adalah kecenderungan melihat dunia alamiah sebagai sesuatu yang memang telah dirancang dan punya tujuan, dan bahwa suatu wujud cerdas ada di balik tujuan itu, kata Dr. Barrett.
Dr. Barrett memiliki bukti-bukti hasil temuan ilmiah di bidang psikologi yang melibatkan anak-anak. Menurutnya, kumpulan bukti ini menunjukkan anak-anak memperlihatkan keyakinan naluriah bahwa hampir segala sesuatu telah sengaja dirancang untuk suatu tujuan tertentu.
Di antara bukti ilmiah yang mendukung adalah percobaan pada bayi-bayi berusia 12 bulan. Perilaku keterkejutan teramati pada bayi-bayi itu saat diperlihatkan film di mana sebuah bola gelinding tampak tiba-tiba saja mencipta sebuah tatanan teratur rapi dari tumpukan acak.
Dalam kajian ilmiah lain, anak-anak usia 6 dan 7 tahun ditanya mengapa burung pertama ada di dunia ini. Mereka menjawab "untuk membuat musik yang indah" dan "karena hal itu menjadikan dunia tampak indah ".
Dr. Barrett memaparkan fakta tambahan mengenai penelitian tersebut. Ada bukti bahwa anak-anak yang usianya belum melebihi 4 tahun sekalipun telah paham bahwa meskipun sejumlah benda dibuat oleh manusia, namun dunia alamiah sungguhlah berbeda.
Ateis merasa terganggu
Bisa ditebak, kalangan intelektual ateis sangatlah terganggu dengan temuan ini. Di antaranya adalah Anthony Grayling, Profesor Filsafat di Birkbeck College, University of London, Inggris. Di koran Guardian, 28 November 2008, ia menuliskan sanggahannya terhadap pernyataan-pernyataan Dr. Barrett tersebut.
Namun sanggahan tersebut lebih banyak berisi kecaman terhadap organisasi pemberi dana penelitian Dr. Barrett, yakni Templeton Foundation. Sanggahan semacam ini tentu saja tidak ilmiah dan tidak bisa sama sekali digunakan untuk menyanggah hasil penelitian ilmiah.
Misalnya, adalah hal wajar dan biasa di dunia ilmiah bahwa perusahaan farmasi mendanai kajian ilmiah mengenai obat-obatan, lembaga pertahanan mengucurkan dana penelitian tentang teknologi persenjataan, dsb. Namun untuk mengatakan bahwa hasil penelitian ilmiah itu keliru karena didanai oleh lembaga-lembaga tertentu sangatlah tidak ilmiah. Menyanggah suatu hasil kajian ilmiah haruslah dengan kajian ilmiah pula.
Evolusi tidaklah alamiah
Dalam bukunya “Why Would Anyone Believe in God?” (Mengapa Orang Percaya Tuhan?) Dr. Justin Barrett memberikan jawaban sederhana atas pertanyaan yang menjadi judul bukunya tersebut: itu karena pola pikir kita sudah dirancang demikian. Penulis memaparkan hal ini disertai bukti berlimpah dari bidang ilmu kognitif (cognitive science), yakni ilmu yang mempelajari perihal pola pikir dan kecerdasan.
Di samping itu, pakar antropologi telah menemukan bahwa di sejumlah masyarakat tertentu anak-anak mengimani Tuhan bahkan ketika ajaran-ajaran mengenai agama tidak diberikan kepada mereka, kata Dr. Barrett.
Hasil kajian ini berarti bahwa anak-anak lebih cenderung percaya mengenai penciptaan daripada evolusi, terlepas apa yang dikatakan para guru atau orang tua mereka. "Pola pikir yang mengalami perkembangan secara wajar dan alamiah pada diri anak-anak menjadikan mereka lebih mudah meyakini penciptaan ilahiah dan perancangan cerdas. Sebaliknya, evolusi tidaklah alamiah bagi nalar manusia; relatif sulit untuk dipercaya", imbuh Dr. Barrett.
Teori evolusi menolak keberadaan Pencipta, penciptaan dan adanya perancangan sengaja di balik keberadaan alam semesta dan kehidupan ini. Dalam kacamata teori evolusi, dunia seisinya adalah mutlak bersifat materi semata. Keberadaannya bukan karena ada Tuhan yang menciptakan, namun muncul menjadi ada dengan sendirinya, tanpa tujuan dan tanpa makna keberadaan.
Thursday, 2 July 2009
Carita Sunda
Kang Tito urang Kuningan rek ka Bandung, sabab tara naek mobil maklum urang desadina mobil bes pinuh ku panumpang, manehna teu kuat hayang UTAH ,neangan keresek teu mawa, untung manehna make kopeah, kang tito luak liek eweh nu nempoen, pikirna borolo-borolo utah kana kopeah tuluy di tutupan ku saputangan saenggesna utahmah manehna sare tibra naker.CAHEM HABIS CAHEM HABIS CEUK KENEKTUR kang tito rewas tuluy kopeah di pake atuh utah na rambay kana sirahna sekian karunya Kang Tito.
Dokter: "Maneh sok sabaraha kali mandi?"Pasien 3 : "Tilu kali pak!"Dokter: "Hah.........iraha bae?"Pasien 1: "Kamari, isukan, pageto"Dokter: "Ari ayeuna?"Pasien 3 : "Ayeuna mah saptu atuh pa dokter...."Dokter pingsan.
Aya Aki-aki tukang dagang tarasi, balik ka Cirebon naek Beus tas dagang di Bandung.Diuk di Beus gigireun wanoja. Ditengah jalan, si Aki teh kasarean, tibra pisan ,lila-lila sarena teh nyangeyeng kana taktak eta wanoja. Ceuk pamikirna, teu nanaon aki-aki ieuh karunya capeeun meureun. Lila-lila sarena teh beuki nyangeyeng kana dadana. Si wanoja rada reuwas, tapi ditilik-tilik teh tibra pisan. Diantep we, da karunyaeun. Saking tibrana gubrag we sarena pindah ka lahunanana. Acan ge aya dua menit sare dina lahunan si Aki ngorejat, semu reuwas"Stop !!! Stop pinggir!!! Ari ieu teh geus tepi ka Cirebon ???" ceuk si Aki.Si wanoja nembalan : "Tenang we Ki, kakara tepi ka Kadipaten".
Dokter: "Maneh sok sabaraha kali mandi?"Pasien 3 : "Tilu kali pak!"Dokter: "Hah.........iraha bae?"Pasien 1: "Kamari, isukan, pageto"Dokter: "Ari ayeuna?"Pasien 3 : "Ayeuna mah saptu atuh pa dokter...."Dokter pingsan.
Aya Aki-aki tukang dagang tarasi, balik ka Cirebon naek Beus tas dagang di Bandung.Diuk di Beus gigireun wanoja. Ditengah jalan, si Aki teh kasarean, tibra pisan ,lila-lila sarena teh nyangeyeng kana taktak eta wanoja. Ceuk pamikirna, teu nanaon aki-aki ieuh karunya capeeun meureun. Lila-lila sarena teh beuki nyangeyeng kana dadana. Si wanoja rada reuwas, tapi ditilik-tilik teh tibra pisan. Diantep we, da karunyaeun. Saking tibrana gubrag we sarena pindah ka lahunanana. Acan ge aya dua menit sare dina lahunan si Aki ngorejat, semu reuwas"Stop !!! Stop pinggir!!! Ari ieu teh geus tepi ka Cirebon ???" ceuk si Aki.Si wanoja nembalan : "Tenang we Ki, kakara tepi ka Kadipaten".
Arti Film numutkeun basa Sunda
a. Saving Private Ryan - Nulungan Rian ku sorangan
b. Enemy At The Gate - Musuh Ngajedog di Pager
c. Die Hard - Teu Paeh-Paeh
d. Die Hard II - Can Paeh Keneh
e. Die Hard III With A Vengeance - Nyaan euy Hese Pisan Paehna
f. Bad Boys - budag bedegong
g. Rocky - Osok Neunggeulan Batur
h. Rain Man - Lalaki Cicing kahujanan
i. Here is Something About Marry - Ari Ceu Meri Teh Kunaon?
j. Mission Impossible - Moal Bisa
k. Titanic - Tilelep
l. Paycheck - Nganjuk Heula
m. Reign of Fire - Beubeuleuman
n. Original Sin - Tara Ka Mesjid
o. Sleepless In Seattle - Cenghar Di Ciateul
p. Silence of The Lambs - Embe Pundung
q. Ghost - Jurig
r. Bad Boys - Budak Baong
s. Are We There Yet? - Lila Teuing Nepina Euy?
t. Home Alone - ditinggalkeun di imah sorangan
u. Casablanca - Mengkol Ti Sudirman
v. Gone In Sixty Seconds - Indit Siah Kaditu!
w. The Awakening - Hudang Sare
x. After The Sunset - Tereh Maghrib
b. Enemy At The Gate - Musuh Ngajedog di Pager
c. Die Hard - Teu Paeh-Paeh
d. Die Hard II - Can Paeh Keneh
e. Die Hard III With A Vengeance - Nyaan euy Hese Pisan Paehna
f. Bad Boys - budag bedegong
g. Rocky - Osok Neunggeulan Batur
h. Rain Man - Lalaki Cicing kahujanan
i. Here is Something About Marry - Ari Ceu Meri Teh Kunaon?
j. Mission Impossible - Moal Bisa
k. Titanic - Tilelep
l. Paycheck - Nganjuk Heula
m. Reign of Fire - Beubeuleuman
n. Original Sin - Tara Ka Mesjid
o. Sleepless In Seattle - Cenghar Di Ciateul
p. Silence of The Lambs - Embe Pundung
q. Ghost - Jurig
r. Bad Boys - Budak Baong
s. Are We There Yet? - Lila Teuing Nepina Euy?
t. Home Alone - ditinggalkeun di imah sorangan
u. Casablanca - Mengkol Ti Sudirman
v. Gone In Sixty Seconds - Indit Siah Kaditu!
w. The Awakening - Hudang Sare
x. After The Sunset - Tereh Maghrib
Carita Sunda
Hiji poe leuweung nu sakitu legana kaduruk nepi ka cai ge garing bakating ku panasna seuneu. Sasatoan kabeh mencar kalabur kaluar, teu nyesa hiji hijieun acan.
Sanggeus kahuruan tinggal haseupna tina jeuro guha kaluar indung jeung anak maung.
"Ma..aden lapar" anak maung ka indungna
"Nya ke urang..." can ge beres nyarita, ti tukangeun kaluar oge uncal ti jeuro guha, singhoreng uncal jalu nu ngilu nyumput.
"Ma itu uncal..udag ma aden hayang daging uncal" anak maung rada ngagareuwahkeun indungna anu reuwaseun.
Indung maung teu talangke langsung luncat ngudag eta uncal.
Uncal anu leuwih leutik leuwih lincah tibatan maung, ngan satarik tarikna ge sato nu geus nahan lapar jeung hawa panas duanana beuki laun, ngan sakadang uncal gancang manggih jalan manehna lulumpatan ngaliwatan tangkal kai nu rekep, maung bati ku nafsu teu bisa newak bae beunang kadeoh, manehna muru uncal ngan..awak maung tungtungna nyelap na sela tangkal.
Kanyahoan maung teu bisa ojah, uncal nguriling balik deui.
Dasar abong jalu sanajan uncal oge anggeur boga pikiran cabul.
"Ah..bae sagalakna maung, da ti tukang mah angger we maung bikang" uncal ngomong sorangan. Geus kitumah maung teh "diopi" ku uncal.
Geus beres uncal terus lumpat deui bari heheotan..
Geus bisa leupas maung balik deui ka anakna.
"Ma...ma..kumaha SI UNCAL teh beunang...mana ma..aden lapar..
"Indung maung kadon jamutrut ka anakna " eh...ari maneh tong susa sisi, PAPIH kituh!!!" bari ngaleos.
Sanggeus kahuruan tinggal haseupna tina jeuro guha kaluar indung jeung anak maung.
"Ma..aden lapar" anak maung ka indungna
"Nya ke urang..." can ge beres nyarita, ti tukangeun kaluar oge uncal ti jeuro guha, singhoreng uncal jalu nu ngilu nyumput.
"Ma itu uncal..udag ma aden hayang daging uncal" anak maung rada ngagareuwahkeun indungna anu reuwaseun.
Indung maung teu talangke langsung luncat ngudag eta uncal.
Uncal anu leuwih leutik leuwih lincah tibatan maung, ngan satarik tarikna ge sato nu geus nahan lapar jeung hawa panas duanana beuki laun, ngan sakadang uncal gancang manggih jalan manehna lulumpatan ngaliwatan tangkal kai nu rekep, maung bati ku nafsu teu bisa newak bae beunang kadeoh, manehna muru uncal ngan..awak maung tungtungna nyelap na sela tangkal.
Kanyahoan maung teu bisa ojah, uncal nguriling balik deui.
Dasar abong jalu sanajan uncal oge anggeur boga pikiran cabul.
"Ah..bae sagalakna maung, da ti tukang mah angger we maung bikang" uncal ngomong sorangan. Geus kitumah maung teh "diopi" ku uncal.
Geus beres uncal terus lumpat deui bari heheotan..
Geus bisa leupas maung balik deui ka anakna.
"Ma...ma..kumaha SI UNCAL teh beunang...mana ma..aden lapar..
"Indung maung kadon jamutrut ka anakna " eh...ari maneh tong susa sisi, PAPIH kituh!!!" bari ngaleos.
Subscribe to:
Posts (Atom)



