Sunday, 10 March 2013

10 Tanda Wanita Selingkuh

Perselingkuhan dapat dilakukan oleh siapapun, baik pria maupun wanita. Biasanya kaum wanita mendeteksi perselingkuhan yang dilakukan oleh pasangannya, dari intuisi kewanitaannya. Dan kebanyakan intuisi tersebut 70% dapat dibuktikan. Hal ini wajar terjadi sebab wanita memiliki kelebihan dari segi intuisi dan sisi emosional. 

Sedangkan bagi kaum pria peluang intuisinya hanya 50:50 sehingga tidak dapat dengan mudah melihat tanda-tanda perselingkuhan pasangannya. Maka bagi kaum pria harus lebih cerdas dan teliti untuk membaca isyarat perselingkuhan yang dilakukan oleh pasangannya. Sebab biasanya tipe wanita suka selingkuh pintar menyembunyikan kebohongan dan menunjukkan sikap seolah-olah masih setia.

Banyak tanda atau ciri-ciri dari wanita selingkuh yang dapat kita ketahui. Berikut merupakan 10 tanda-tanda tipe wanita yang senang berselingkuh :
  1. Wanita selingkuh biasanya bersikap lebih dingin kepada pasangannya. Frekuensi komunikasi dengan harmonis sudah jarang terjadi dan sering terjadi perselisihan. Wanita tersebut biasanya cemburu yang tidak jelas atau sikap yang menyudutkan Anda bahkan sering menuduh Anda berprilaku selingkuh.
  2. Wanita yang suka selingkuh biasanya sangat memperhatikan penampilannya. Mereka biasanya melakukan banyak perubahan dalam penampilannya dengan tiba-tiba ingin mengikuti latihan fisik di pusat kebugaran atau gym, ingin terlihat muda, menurunkan berat badan dan lebih sering melakukan perawatan kecantikan dari pada biasanya, atau selalu up to date terhadap fashion. Tanda ini biasanya indikasi bahwa mereka ingin mengesankan seseorang.
  3. Wanita yang berselingkuh biasanya kurang memiliki minat melakukan seks dengan pasangan. Sebab fantasi seksnya telah mengharapkan orang lain.
  4. Wanita yang berselingkuh biasanya memiliki teman misterius. Teman tersebut diklaim sebagai rekan kerja, teman lama, teman dari sahabat atau teman yang lain. Wanita selingkuh tidak pernah menceritakan secara detail tentang teman barunya yang misterius tersebut. Kehadiran teman misterius ini biasanya dibarengi dengan adanya teman-teman baru. Sebab sangat mudah menyembunyikan status kekasih gelap jika perselingkuhan dilakukan dalam lingkup pertemanan.
  5. Tipe wanita selingkuh biasanya menyembunyikan status pada jaringan sosial, atau ketika melakukan interaksi dengan orang lain. Misalnya dengan menyembunyikan status pada jaringan sosial di internet seperti facebook, twitter, my space dan yang lainnya, sehingga memberikan peluang bagi orang lain untuk melakukan interaksi emosional terhadap dirinya.
  6. Wanita selingkuh biasanya overprotective terhadap perangkat media komunikasinya, seperti email, handphone, atau blackberrynya. Terutama dalam penggunaan handphone, sering menghapus semua teks pesan masuk atau keluar, panggilan masuk atau keluar, dan tidak pernah terpisahkan dari keberadaan handphone. Bila malam ahri saat pasangannya ada di rumah, dia akan mematikan atau menyembunyikan handphonenya. Hal tersebut dilakukan untuk menyembunyikan perselingkuhan yang terjadi.
  7. Tingginya frekuensi penggunaan internet juga dapat menjadi tanda tipe wanita selingkuh. Pembahasan konteks ini harus disesuaikan dengan rata-rata kebutuhan akan internet pada sebelumnya. Sebab perselingkuhan melalui perangkat fasilitas dunia maya sangat mudah dilakukan dan tersembunyi dengan aman. Menurut penelitian, hal ini sering terjadi ketika wanita berselingkuh dengan pria yang telah menikah atau berkomitmen.
  8. Wanita berselingkuh sering berbohong. Kebohongan sering dilakukan pada jadwal kerja atau tentang lokasi keberadaannya. Biasanya ketika ketahuan berbohong, akan melakukan pengakuan yang diikuti dengan cerita bohong lainnya.
  9. Tanda lainnya
    * Mulai cuek

    * Mudah marah

    * Suka Menyembunyikan HP

    * Tidak Meperhatikan Penampilan Anda

    * Mendapat Hobby Baru

    * Semakin Sering Bertengkar

    * Tingkah lakunya membuat Anda merasa ada sesuatu yang tidak beres.

    * Suka Mengomentari Orang Lain (Lawan Jenisnya).

Venisia Italia










Me and Guitar









Belajar ilmu Bela Diri adalah anjuran Agama




 Setiap kali disebut bela diri, entah mengapa selalu saja tergambar dalam benak kebanyakan orang tentang sesuatu yang berhubungan dengan keca­kapan dan kemampuan olah fisik semata. Padahal se­jatinya bela diri dapat diar­tikan dan dipahami dengan lebih luas lagi sebagai segala upaya, usaha, dan tindakan yang dilakukan seseorang untuk menjaga dan mem­pertahankan eksistensi (ke­beradaan) dirinya.

Dengan demikian, bela diri tidaklah terbatas pada pe­nguasaan atas keahlian seni bela diri tertentu saja. Pen­didikan—formal maupun nonformal—yang telah dan sedang dijalani dapat pula dikategorikan sebagai bela diri. Kenapa tidak? Bukankah pendidikan itu merupakan usaha membekali diri dengan berbagai pengetahuan agar mampu bertahan dalam ke­hidupan yang dari waktu ke waktu semakun tak menentu?

Islam sebagai ajaran mu­lia, sempurna, dan menye­luruh tak luput memberikan jalan keluar untuk meng­hadapi kemungkinan-kemung­kinan terburuk yang disebab­kan oleh anasir-anasir jahat. Begitu pula dalam membela diri, Islam telah mewajibkan setiap pemeluknya menuntut ilmu sebagai sarana pen­di­dikan diri agar tidak tersalah dalam menjalani kehidupan dunia yang akan menyebabkan kecelakaan menuju akhirat.

Yang jelas, sejauh ini tidak didapatkan satu bentuk seni bela diri pun yang diri­wayat­kan berasal dari Nabi, baik yang sahih, daif, bahkan maudhu’ sekalipun.  Padahal Nabi—berkebangsaan Arab, tentu saja mengenal seni bela diri dalam kelompok masya­rakatnya kala itu. Misalnya saja gulat. Nabi sendiri pernah memenangi ‘pertanding’ gulat. Akan tetapi, tetap belum ditemukan semacam pen­jelasan kalau Nabi mengan­jurkan gulat.

Uniknya, Islam menga­manatkan kepada para orang tua agar mengajari anak-anak mereka dengan keahlian-keahlian khusus, di antaranya memanah, menunggang ku­da—berkendaraan, dan be­renang. Tentu saja hal ter­sebut tidak termasuk dalam salah satu cabang seni bela diri manapun. Sekali lagi ini hanyalah membuktikan bahwa seni bela diri murni hasil dari tradisi suatu budaya tertentu.

Dikarenakan hal itu, dalam menyikapi seni bela diri—apa pun wujudnya—penting diper­hatikan pengaruh-pengaruh tradisi dari kebudayaan ter­tentu yang masih melekat dalam seni bela diri ber­sangkutan. Islam sebagai tatanan kehidupan yang ber­laku universal dan eternal (sepanjang masa) dalam menghadapi kreasi budaya yang bervariasi tidaklah me­nafikan semua, pun juga tidak memakbulkan segala. Selagi tidak berseberangan dengan kaidah, prinsip, dan ruh nilai-nilai Islam, seni bela diri sebagai produk kebudayaan bisa saja digiatkan.











Istanbul Turki