Monday 8 December 2014


Perilaku para istri dijaman sekarang kebanyakan tapi tidak semua melenceng dari syariat islam. hal ini mungkin dikarenakan berbagai sebab diantaranya karena kurangnya ilmu ,nilai keimanan ,karena contoh dari sinetron yang kebanyakan tak sesuai dengan syariat islam ,karena pergaulan yang salah.

Berikut ada 10 kesalahan istri yang umum di masyarakat kita:

1. Menuntut keluarga yang ideal dan sempurna

Sebelum menikah, seorang wanita membayangkan pernikahan yang begitu indah, kehidupan yang sangat romantis sebagaimana ia baca dalam novel maupun ia saksikan dalam sinetron-sinetron.

Ia memiliki gambaran yang sangat ideal dari sebuah pernikahan. Kelelahan yang sangat, cape, masalah keuangan, dan segudang problematika di dalam sebuah keluarga luput dari gambaran nya.

Ia hanya membayangkan yang indah-indah dan enak-enak dalam sebuah perkawinan.

Akhirnya, ketika ia harus menghadapi semua itu, ia tidak siap. Ia kurang bisa menerima keadaan, hal ini terjadi berlarut-larut, ia selalu saja menuntut suaminya agar keluarga yang mereka bina sesuai dengan gambaran ideal yang senantiasa ia impikan sejak muda.

Seorang wanita yang hendak menikah, alangkah baiknya jika ia melihat lembaga perkawinan dengan pemahaman yang utuh, tidak sepotong-potong, romantika keluarga beserta problematika yang ada di dalamnya.

2. Nusyus (tidak taat kepada suami)

Nusyus adalah sikap membangkang, tidak patuh dan tidak taat kepada suami. Wanita yang melakukan nusyus adalah wanita yang melawan suami, melanggar perintahnya, tidak taat kepadanya, dan tidak ridha pada kedudukan yang Allah Subhanahu wa Ta'ala telah tetapkan untuknya.

Nusyus memiliki beberapa bentuk, diantaranya adalah:

  1. Menolak ajakan suami ketika mengajaknya ke tempat tidur, dengan terang-terangan maupun secara samar.
  2. Mengkhianati suami, misalnya dengan menjalin hubungan gelap dengan pria lain.
  3. Memasukkan seseorang yang tidak disenangi suami ke dalam rumah. Termasuk di dalamnya bepergian dengan pria lain.
  4. Lalai dalam melayani suami.
  5. Mubazir dan menghambur-hamburkan uang pada yang bukan tempatnya
  6. Menyakiti suami dengan tutur kata yang buruk, mencela, dan mengejeknya.
  7. Keluar rumah tanpa izin suami.
  8. Menyebarkan dan mencela rahasia-rahasia suami.

Seorang istri shalihah akan senantiasa menempatkan ketaatan kepada suami di atas segala-galanya. Tentu saja bukan ketaatan dalam kedurhakaan kepada Allah, karena tidak ada ketaatan dalam maksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Ia akan taat kapan pun, dalam situasi apapun, senang maupun susah, lapang maupun sempit, suka ataupun duka. Ketaatan istri seperti ini sangat besar pengaruhnya dalam menumbuhkan cinta dan memelihara kesetiaan suami.

3. Tidak menyukai keluarga suami

Terkadang seorang istri menginginkan agar seluruh perhatian dan kasih sayang sang suami hanya tercurah pada dirinya. Tak boleh sedikit pun waktu dan perhatian diberikan kepada selainnya. Termasuk juga kepada orang tua suami. Padahal, di satu sisi, suami harus berbakti dan memuliakan orang tuanya, terlebih ibunya.

Salah satu bentuknya adalah cemburu terhadap ibu mertuanya. Ia menganggap ibu mertua sebagai pesaing utama dalam mendapatkan cinta, perhatian, dan kasih sayang suami. Terkadang, sebagian istri berani menghina dan melecehkan orang tua suami, bahkan ia tak jarang berusaha merayu suami untuk berbuat durhaka kepada orang tuanya. Terkadang istri sengaja mencari-cari kesalahan dan kelemahan orang tua dan keluarga suami, atau membesar-besarkan suatu masalah, bahkan tak segan untuk memfitnah keluarga suami.

Ada juga seorang istri yang menuntut suaminya agar lebih menyukai keluarga istri, ia berusaha menjauhkan suami dari keluarganya dengan berbagai cara.

Ikatan pernikahan bukan hanya menyatukan dua insan dalam sebuah lembaga pernikahan, namun juga 'pernikahan antar keluarga'. Kedua orang tua suami adalah orang tua istri, keluarga suami adalah keluarga istri, demikian sebaliknya. Menjalin hubungan baik dengan keluarga suami merupakan salah satu keharmonisan keluarga. Suami akan merasa tenang dan bahagia jika istrinya mampu memposisikan dirinya dalam kelurga suami. Hal ini akan menambah cinta dan kasih sayang suami.

4. Tidak menjaga penampilan

Terkadang, seorang istri berhias, berdandan, dan mengenakan pakaian yang indah hanya ketika ia keluar rumah, ketika hendak bepergian, menghadiri undangan, ke kantor, mengunjungi saudara maupun teman-temannya, pergi ke tempat perbelanjaan, atau ketika ada acara lainnya di luar rumah. Keadaan ini sungguh berbalik ketika ia di depan suaminya. Ia tidak peduli dengan tubuhnya yang kotor, cukup hanya mengenakan pakaian seadanya: terkadang kotor, lusuh, dan berbau, rambutnya kusut masai, ia juga hanya mencukupkan dengan aroma dapur yang menyengat.

Jika keadaan ini terus menerus dipelihara oleh istri, jangan heran jika suami tidak betah di rumah, ia lebih suka menghabiskan waktunya di luar ketimbang di rumah. Semestinya, berhiasnya dia lebih ditujukan kepada suami Janganlah keindahan yang telah dianugerahkan oleh Allah diberikan kepada orang lain, padahal suami nya di rumah lebih berhak untuk itu.

5. Kurang berterima kasih

Tidak jarang, seorang suami tidak mampu memenuhi keinginan sang istri. Apa yang diberikan suami jauh dari apa yang ia harapkan. Ia tidak puas dengan apa yang diberikan suami, meskipun suaminya sudah berusaha secara maksimal untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan keinginan-keinginan istrinya.

Istri kurang bahkan tidak memiliki rasa terima kasih kepada suaminya. Ia tidak bersyukur atas karunia Allah yang diberikan kepadanya lewat suaminya. Ia senantiasa merasa sempit dan kekurangan. Sifat qona'ah dan ridho terhadap apa yang diberikan Allah kepadanya sangat jauh dari dirinya.

Seorang istri yang shalihah tentunya mampu memahami keterbatasan kemampuan suami. Ia tidak akan membebani suami dengan sesuatu yang tidak mampu dilakukan suami. Ia akan berterima kasih dan mensyukuri apa yang telah diberikan suami. Ia bersyukur atas nikmat yang dikaruniakan Allah kepadanya, dengan bersyukur, insya Allah, nikmat Allah akan bertambah.

"Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih." (Qs.Ibrahim :7 )

6. Mengingkari kebaikan suami

"Wanita merupakan mayoritas penduduk neraka."

Demikian disampaikan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam setelah shalat gerhana ketika terjadi gerhana matahari.

Ajaib !! wanita sangat dimuliakan di mata Islam, bahkan seorang ibu memperoleh hak untuk dihormati tiga kali lebih besar ketimbang ayah. Sosok yang dimuliakan, namun malah menjadi penghuni mayoritas neraka. Bagaimana ini terjadi?

"Karena kekufuran mereka," jawab Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam ketika para sabahat bertanya mengapa hal itu bisa terjadi. Apakah mereka mengingkari Allah?

Bukan, mereka tidak mengingkari Allah, tapi mereka mengingkari suami dan kebaikan-kebaikan yang telah diperbuat suaminya. Andaikata seorang suami berbuat kebaikan sepanjang masa, kemudian seorang istri melihat sesuatu yang tidak disenanginya dari seorang suami, maka si istri akan mengatakan bahwa ia tidak melihat kebaikan sedikitpun dari suaminya. Demikian penjelasan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dalam hadits yang diriwayatkan Bukhari (5197).

Mengingkari suami dan kebaikan-kebaikan yang telah dilakukan suami!!

Inilah penyebab banyaknya kaum wanita berada di dalam neraka. Mari kita lihat diri setiap kita, kita saling introspeksi , apa dan bagaimana yang telah kita lakukan kepada suami-suami kita?

Jika kita terbebas dari yang demikian, alhamdulillah. Itulah yang kita harapkan. Berita gembira untukmu wahai saudariku.

Namun jika tidak, kita (sering) mengingkari suami, mengingkari kebaikan-kebaikannya,  maka berhati-hatilah dengan apa yang telah disinyalir oleh Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam. Bertobat,  satu-satunya pilihan utuk terhindar dari pedihnya siksa neraka. Selama matahari belum terbit dari barat, atau nafas telah ada di kerongkongan,  masih ada waktu untuk bertobat. Tapi mengapa mesti nanti? Mengapa mesti menunggu sakaratul maut?

Janganlah engkau katakan besok dan besok wahai saudariku; kejarlah ajalmu,  bukankah engkau tidak tahu kapan engkau akan menemui Robb mu?

"Tidaklah seorang isteri yang menyakiti suaminya di dunia, melainkan isterinya (di akhirat kelak): bidadari yang menjadi pasangan suaminya (berkata): "Jangan engkau menyakitinya, kelak kamu dimurkai Allah, seorang suami begimu hanyalah seorang tamu yang bisa segera berpisah dengan kamu menuju kami."(HR. At Tirmidzi, hasan)

Wahai saudariku, mari kita lihat, apa yang telah kita lakukan selama ini , jangan pernah bosan dan henti untuk introspeksi diri,  jangan sampai apa yang kita lakukan tanpa kita sadari membawa kita kepada neraka, yang kedahsyatannya tentu sudah Engkau ketahui.

Jika suatu saat, muncul sesuatu yang tidak kita sukai dari suami; janganlah kita mengingkari dan melupakan semua kebaikan yang telah suami kita lakukan.

"Maka lihatlah kedudukanmu di sisinya. Sesungguhnya suamimu adalah surga dan nerakamu." (HR.Ahmad)

7. Mengungkit-ungkit kebaikan

Setiap orang tentunya memiliki kebaikan, tak terkecuali seorang istri. Yang jadi masalah adalah jika seorang istri menyebut kebaikan-kebaikannya di depan suami dalam rangka mengungkit-ungkit kebaikannya semata.

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima)." [Al Baqarah: 264]

Abu Dzar radhiyallahu 'Anhu meriwayatkan, bahwasanya Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda, "Ada tiga kelompok manusia dimana Allah tidak akan berbicara dan tak akan memandang mereka pada hari kiamat. Dia tidak mensucikan mereka dan untuk mereka adzab yang pedih."

Abu Dzar radhiyallahu 'anhu berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengatakannya sebanyak tiga kali." Lalu Abu Dzar bertanya, "Siapakah mereka yang rugi itu, wahai Rasulullah?" Beliau menjawab,"Orang yang menjulurkan kain sarungnya ke bawah mata kaki (isbal), orang yang suka mengungkit-ungkit kebaikannya dan orang yang suka bersumpah palsu ketika menjual. " [HR. Muslim]

8. Sibuk di luar rumah

Seorang istri terkadang memiliki banyak kesibukan di luar rumah. Kesibukan ini tidak ada salahnya, asalkan mendapat izin suami dan tidak sampai mengabaikan tugas dan tanggung jawabnya.

Jangan sampai aktivitas tersebut melalaikan tanggung jawab nya sebagai seorang istri. Jangan sampai amanah yang sudah dipikulnya terabaikan.

Ketika suami pulang dari mencari nafkah, ia mendapati rumah belum beres, cucian masih menumpuk, hidangan belum siap, anak-anak belum mandi, dan lain sebagainya. Jika hni terjadi terus menerus, bisa jadi suami tidak betah di rumah, ia lebih suka menghabiskan waktunya di luar atau di kantor.

9. Cemburu buta

Cemburu merupakan tabiat wanita, ia merupakan suatu ekspresi cinta. Dalam batas-batas tertentu, dapat dikatakan wajar bila seorang istri merasa cemburu dan memendam rasa curiga kepada suami yang jarang berada di rumah. Namun jika rasa cemburu ini berlebihan, melampaui batas, tidak mendasar, dan hanya berasal dari praduga; maka rasa cemburu ini dapat berubah menjadi cemburu yang tercela.

Cemburu yang disyariatkan adalah cemburunya istri terhadap suami karena kemaksiatan yang dilakukannya, misalnya: berzina, mengurangi hak-hak nya, menzhaliminya, atau lebih mendahulukan istri lain ketimbang dirinya. Jika terdapat tanda-tanda yang membenarkan hal ini, maka ini adalah cemburu yang terpuji. Jika hanya dugaan belaka tanpa fakta dan bukti, maka ini adalah cemburu yang tercela.

Jika kecurigaan istri berlebihan, tidak berdasar pada fakta dan bukti, cemburu buta, hal ini tentunya akan mengundang kekesalan dan kejengkelan suami. Ia tidak akan pernah merasa nyaman ketika ada di rumah. Bahkan, tidak menutup kemungkinan, kejengkelannya akan dilampiaskan dengan cara melakukan apa yang disangkakan istri kepada dirinya.

10. Kurang menjaga perasaan suami

Kepekaan suami maupun istri terhadap perasaan pasangannya sangat diperlukan untuk menghindari terjadinya konflik, kesalahpahaman, dan ketersinggungan. Seorang istri hendaknya senantiasa berhati-hati dalam setiap ucapan dan perbuatannya agar tidak menyakiti perasaan suami, ia mampu menjaga lisannya dari kebiasaan mencaci, berkata keras, dan mengkritik dengan cara memojokkan. Istri selalu berusaha untuk menampakkan wajah yang ramah, menyenangkan, tidak bermuka masam, dan menyejukkan ketika dipandang suaminya

Dari artikel : eramuslim.com

Tresno



Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the XL network.

Friday 5 December 2014

Pahala



Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the XL network.

Serang



Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the XL network.

Operasi Zebra

Kabeh PULISI sa Indonesia keur ngalaksanakeun anu
ngarana "Operasi Zebra 2014 ti tgl 26 Nop nepi ka tgl 9Des 2014″
Matak ..lamun ayeuna loba operasi omat ulah reuwas,
komo nepikeun ka jejeritan di jalan mah,Era ku batur
Trus ulah kukulutus,Majar "pulisi ukur nyiar2 kasalahan batur !!!!
Operasi ieu tujuanana keur nimukeun kandaraan nu
leungit, nu tatatangga anjeun, nu babaturan anjeun,
emang, uwa, bibi, ka asup motor aki nini anjeun,Nu kungsi kabangsatan..
Sekalian nertibkeun pamake kandaraan ..
Program Operasi ieu kudu di rojong ku sarerea sangkan
jelas hukum2 keur pelanggar2 lalu lintas
Anu nyababkeun Tabrakan tur kajahatan ..
Tah mimiti ayeuna tepikeun ka dulur2 anjeun, Tatangga,
Guru, babaturan, kabogoh, Dosen, atawa saha
wae supaya
ngalengkepan dokumen kendaraana
(SIM jeung STNK)
BPKB mah teu kudu dibabawa bisi leungit ..
Leuwih hade dipihapekeun ka Bank/Koperasi malah
mandar jadi duit..
Keur anu make motor, Kalengkepan pengendara oge
dipake ..
HELM nu SNI .. Ulah Helm proyek atawa bal palastik
sapotong.. Oge ulah kaleuleuwihi keur mah geus mamake
kupluk, dirangkep ku topi terus di kopeah anu gigirna
dibeulit ku kaen sorban kakara diheleman.. Sabab Geus
pasti helemna moal mahi, kudu badag..
Spion cukup dua kenca katuhu, ulah kenca kabeh bisi
disangka jelema edan...
Plat nomer nu biasa wae, teukudu dibentuk-
bentuk nu aneh2 .. Komo ditambahan tulisan ngaran
nini aki, indung bapa terena, incuna
lurah, jeung sajabana, bisi katembong teuing yen anjeun
jelema Alay + LeBay, leuheung mun wawuh kana eta
ngaran.
Nu nyupir mobil ulah poho sabuk pengaman.
Ulah ukur pajangan.
Mun euweuh sabuk bisa diganti ku tali rafia, tina
panyarandean jok beulitkeun kana awak, menta tulung ka
tatangga lamun hese ngabulat-beulitku sorangan mah ..
Make motor tetep hurungkeun lampu snajan beurang oge,
kcuali can mayar listrik bisa diganti ku obor atawa patromak.
Kitu we ti sim kuring:

 sebarkeun nya ka sakabeh rakyat
Mugi enggal cageur

Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the XL network.

Tujuh Dulur


--------------
TUJUH DULUR

Moeflich Hasbullah

Tujuh dulur: Mumun, Uyun, Juju, Uu, Ucup, Sunu, Udung. Mumun pupuhu nu buburuhun, Juju nu purunyus, Uyun nu mulus ku bulu kumuut, Uu nu dusun, Ucup bungsu nu lungguh. Usum dukuh, tujuh dulur nu ukur buburuh tur tutulung, ngumpul. Subuh-subuh nu nuju tunduh tur lulungu, brul tujuh dulur tuturubun mulung dukuh ruhruy nyukcruk Gunung Guntur.

Dukuh nu nguntuy nguyupuk. Guludug ujug-ujug turun, gunung hurung. Runtuy dukuh nu uduh tur rumpuyuk ku dukuh buruk, runtuh. "Burusuuut … brrug!" dukuh murulu tujuh puluh tujuh rungkuy. Jrut Mumun murungkut mundur. Kudupruk Uyun ngusruk. Juju nyuuh, hulu nyusud, huntu puput. Ucup turun nurugtug. Suku Ucup nu budug lumur ku lukut. Sup Udung mubus nyumput, buuk kusut ngusruk luhur jukut. Suku Sunu nyucug cucuk, tuur nyurucud. Ucup nguntruk. Sunu kukulutus. Uu susungut. "Nurustunjung," nu tujuh nguyung. Muru dukuh urung.

Kurunyung usum tutut. Gunung Guntur runggunuk. Curulung curug nyurucud. Gubug dusun runtut nyusun. Rungkun jukut tumuwuh jungjung. Kukupu rubung nguntuy. Mumun nu ujub ku gubug butut, susuguh tujuh dulur ukur ku kurupuk, bubur, cuhcur, kulub suuk tur udud surutu. Juju ukur muru kulub suuk, Uyun ukur kurupuk. "Prung" Mumun tutunjuk. "Cup, buru duruk tuh udud surutu!" Ucup mumul. Puguh Mumun ngutruk. "Nu, sundut tujuh surutu ku Sunu. Gugu!" "Sumuhun." Sunu buru-buru nurut. Tujuh surutu hurung. "Puus …. Puus …!" nu tujuh udud luhur gubug Gunung Guntur.

Tujuh dulur guyub. Brul nyukcruk turun gunung muru tutut. Mumun ukur tutunjuk. Ucup nutur-nutur punduk tur bujur Mumun. Juju nu purunyus, ujug-ujug nyundut bujur Sunu tur bulu suku Udung ku udud hurung. Puguh Udung gugutrut. Bujur Sunu tutung: "Tuluung… tuluung…!" Nu tujuh gujrud. Puguh Mumun nu pupuhu ngutruk susungut.‎
Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the XL network.

@serang Banten



Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the XL network.

Thursday 4 December 2014

Me



Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the XL network.

Me



Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the XL network.

Wednesday 3 December 2014

@rmh pengasingan bung karno di bengkulu



Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the XL network.

@Bengkulu



Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the XL network.

Tuesday 2 December 2014

Hari AIDS Sedunia @Banten TV



Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the XL network.